Akuntabilitas menjadi salah satu hal utama dalam penggunaan dana hibah.  Dengan laporan program yang dinyatakan akuntabel, sebuah program dapat dikatakan berdampak dan berkontribusi pada masyarakat. Begitu halnya dengan penyaluran dana hibah KKI Warsi untuk kelompok masyarakat pengelola hutan di 4 Kabupaten di Sumatera Barat. Karena itu, sebelum penyaluran dana KKI Warsi juga menyelenggarakan pelatihan administrasi dan keuangan bagi 10 kelompok masyarakat penerima hibah. Pelatihan ini menjadi bekal bagi kelompok untuk menyusun laporan keuangan penggunaan dana yang akuntabel.  dampak penyelenggaraan program. 

“Ketika kapasitas masyarakat ditingkatkan bahwa mereka dapat menyusun program dan menjalankan. Serta melaporkan program yang dijalankan. KKI Warsi hanya bagian kecil yang menyalurkan dana hibah. Ada banyak penyaluran dana hibah dari pemerintah dan swasta. Maka jika ini dapat dijalankan dengan baik, kita semua berpotensi untuk membangun mitra dengan berbagai pihak yang lebih luas,” kata Wakil Direktur KKI Warsi pada 20 November 2023.

Pelatihan ini merupakan lanjutan dari rangkaian penyaluran dana hibah yang telah disepakati melalui MoU antara KKI Warsi dan 10 kelompok dari  Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya. Pelatihan ini diikuti masing-masing 2 orang dari 10 kelompok. Disamping menyalurkan hibah, KKI Warsi juga akan memberikan dukungan peningkatan kapasitas kepada lembaga mitranya pada aspek-aspek utama kapasitas internal dan eksternal seperti tata kelola organisasi, penguatan sistem dan prosedur kerja organisasi, manajemen program, manajemen keuangan, manajemen pengetahuan, komunikasi dan advokasi, serta berbagai kapasitas tematik sesuai sektor yang menjadi fokus kerja kelompok.

“Kapasitas ini penting dimiliki oleh komunitas dalam menjalankan program. Sehingga dapat bertanggung jawab secara akuntabel dan transparan melalui pelaporan secara rutin. Tidak hanya dengan laporan narasi saja, tapi juga pelaporan keuangan. Sebagai pertanggungjawaban kepada pemberi hibah dan mempertahankan kepercayaan lembaga hibah kedepannya jika ingin membangun kerjasama dengan organisasi lebih luas lagi” terang Retty Fistiana Staff Keuangan KKI Warsi yang menjadi narasumber dalam pelatihan.

Pelatihan  laporan keuangan yang dibahas terkait, alur pelaporan keuangan beserta kelengkapan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Selain itu, peserta juga dilatih untuk menyusun anggaran kelompok ke dalam cash flow dan Laporan Status Anggaran. Dalam materi pelaporan administrasi, dipaparkan mekanisme purchasing.

Selama ini kami menyusun laporan kegiatan dan laporan keuangan belumlah se-rigid dan se-detil ini. Memang ini kita butuhkan untuk mengupgrade kelompok agar terhindar dari fraud dan korupsi,” kata Dendi Arnas selaku sekretaris KUPS Bukik Godang.

Melalui pelatihan ini diharapkan adanya peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok masyarakat dalam melakukan pengelolaan program. Sehingga dapat menjalankan dan melaporkan programnya secara akuntabel. Di lain sisi, juga melatih komunitas untuk dapat secara mandiri bermitra dengan para pihak.

“Jika ini dapat dilakukan dengan baik selama 7 bulan masa program hingga proses pelaporan, keuangan dan administrasi kelompok masyarakat akan diaudit oleh pihak eskternal. Jika berjalan dengan baik,kedepannya kelompok dapat mengakses pendanaan yang lebih luas lagi,” kata Ryan Thanoesya Project Officer KKI Warsi.