Konservasi Bersama Masyarakat

Komitmen KKI WARSI untuk menjaga hutan, sungai, dan sumber daya alam dengan melibatkan komunitas adat dan lokal sebagai aktor utama. Melalui pendekatan partisipatif, WARSI mendorong kemandirian masyarakat, memperkuat tradisi baik, serta memastikan keberlanjutan hidup generasi mendatang

Scroll Down

Pohon Asuh

Pohon Asuh menghubungkan publik dengan masyarakat di dalam dan sekitar hutan untuk merawat alam, memperkuat kemandirian, dan memastikan masa depan lestari

Pohon Asuh
Scroll Down

Adat Terjaga, Hutan Lestari

Masyarakat adat menjaga tradisi dan hukum adat sebagai benteng utama hutan. Dengan adat yang hidup, hutan tetap lestari, sumber daya alam terpelihara, dan generasi mendatang mendapat warisan ruang hidup yang berkelanjutan.

Scroll Down

Ready to Protect Our Forests

Dubalang adalah sistem penjaga terpadu berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendengarkan dan memahami “sinyal” di kawasan hutan.

Scroll Down

Pada Januari 1992, 12 NGO di Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu mendirikan WARSI sebagai jaringan konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Awalnya bernama Yayasan WARSI (Warung Informasi Konservasi), organisasi ini menjadi forum penting dalam isu kebijakan kehutanan

Pada Juli 2002, Yayasan WARSI bertransformasi menjadi Perkumpulan dengan nama Komunitas Konservasi Indonesia WARSI,menandai tonggak penting dalam penguatan kelembagaan dan komitmen terhadap konservasi serta pemberdayaan masyarakat.

Visi

Konservasi sumber daya alam bersama masyarakat secara mandiri.

Misi

WARSI membangun kapasitas ekonomi dan kelembagaan masyarakat lokal, mengembangkan model pengelolaan sumber daya alam yang adil, setara, partisipatif, terbuka, sejahtera, dan berkelanjutan, mendorong anggota serta masyarakat untuk berperan aktif dalam advokasi kebijakan di tingkat lokal, nasional, maupun global, menjalin komunikasi, kerja sama, dan mediasi dengan berbagai pihak, serta memperkuat sistem informasi, pengelolaan pengetahuan, dan media penyadartahuan dalam konservasi bersama masyarakat

In Collaboration with Communities and Partners
0 +

Program Kerja
Komunitas Konservasi Indonesia Warsi

Sejak 1992, WARSI menjalankan program konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia, berkolaborasi dengan masyarakat lokal, komunitas adat, serta mitra di tingkat lokal, nasional, dan internasional.

Aktifitas dan Publikasi Terkini

Ikuti perkembangan terbaru dari program konservasi, pemberdayaan masyarakat, serta publikasi WARSI. Dari kegiatan lapangan hingga rilis riset, semua informasi terkini hadir untuk mendukung transparansi, kolaborasi, advokasi, dan edukasi publik.

35 Tahun WARSI: Belajar dari Hutan, Menumbuhkan Masa Depan

35 Tahun WARSI: Belajar dari Hutan, Menumbuhkan Masa Depan

Warsi Strategic Summit 2026 mempertemukan pemerintah, masyarakat, mitra pembangunan, dan pegiat konservasi untuk membawa pembelajaran dari tapak menuju perubahan yang lebih luas Ada perjalanan yang tidak selalu ditandai oleh langkah-langkah besar. Sebagian tumbuh perlahan, dari kampung ke kampung, dari hutan ke hutan, bersama masyarakat yang setiap hari hidup berdampingan dengan alam. Begitulah perjalanan 35 tahun […]

Enam Organisasi Masyarakat Sipil Diperkuat melalui Warsi Grant Management untuk Mendukung Implementasi Perhutanan Sosial di Sumatera

Enam Organisasi Masyarakat Sipil Diperkuat melalui Warsi Grant Management untuk Mendukung Implementasi Perhutanan Sosial di Sumatera

Perhutanan Sosial merupakan salah satu kebijakan strategis Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat. Melalui kebijakan ini, masyarakat memperoleh akses legal untuk mengelola kawasan hutan secara lestari sebagai upaya mengurangi ketimpangan penguasaan lahan, menyelesaikan konflik tenurial, sekaligus menjaga fungsi ekologis hutan. Meskipun telah menunjukkan berbagai capaian positif, implementasi Perhutanan Sosial […]

Pasca Persetujuan Non-SPE Karbon, Masyarakat Bujang Raba Perkuat Kapasitas Komunikasi Perdagangan Karbon

Pasca Persetujuan Non-SPE Karbon, Masyarakat Bujang Raba Perkuat Kapasitas Komunikasi Perdagangan Karbon

Terbitnya Persetujuan Penerbitan Non-SPE Gas Rumah Kaca (GRK) untuk Lanskap Bujang Raba menjadi tonggak penting bagi perjalanan panjang masyarakat dalam mengelola hutan secara lestari. Namun, pengakuan tersebut bukanlah akhir dari proses. Justru sebaliknya, masyarakat kini memasuki fase baru, yaitu memastikan seluruh pihak memahami bagaimana perdagangan karbon berbasis masyarakat dijalankan, manfaat yang dihasilkan, serta komitmen yang […]

Klik di sini untuk mengakses semua berita, kegiatan dan publikasi.

Literasi Digital

E‑book, leaflet, dan materi edukatif tentang konservasi hutan serta pemberdayaan masyarakat, untuk memperkuat pengetahuan, advokasi, dan kolaborasi.

Hutan Adat Belayan

Hutan Adat Belayan

Bagi masyarakat adat Tenggalan yang hidup di Desa Belayan Kalimantan Utara

View Details
Katalog Produk Dampingan KKI Warsi Kalimantan Utara

Katalog Produk Dampingan KKI Warsi Kalimantan Utara

Rotan jadi salah satu kekuatan utama, berkembang dari Anjat Dayak menjadi

View Details
Menjual Angin

Menjual Angin

Buku ini merekam jejak uji coba skema imbal jasa karbon sukarela di lanskap

View Details
Ensiklopedia Orang Rimba

Ensiklopedia Orang Rimba

Ensiklopedia Orang Rimba disusun untuk mengenalkan siapa Orang Rimba, serta

View Details

Ingin memperluas wawasan literasi digital? Klik di sini untuk mengakses semua e‑book dan materi edukasi.