Catatan perjalanan oleh Fiky Aulia Rahmat*

Wisata Sumatera Barat memang tidak ada habisnya untuk dieksplor. Salah satunya berada di Jorong Koto Tinggi Kubang Balambak Kenagarian Simpang Kapuak Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat mempunyai destinasi air terjun yang sangat indah dan masih tersembunyi dibalik bukit pemukiman warga.

Kami tim Wana Cerita KKI Warsi merupakan Jurnalis Warga dari Nagari Harau, Simpang Kapuak, Simarasok, dan Halaban melakukan perjalanan lumayan jauh dari Kenagarian Simpang Kapuak Kecamatan Mungka menuju air terjun Lubuak Bulan tersebut. Kami menggunakan mobil pick up dari Jorong Dusun Nan Duo menuju Jorong Koto Tinggi. Meski berada dalam satu nagari yang sama. Namun, dipisahkan oleh bukit yang hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor atau jalan kaki.

Karena itu, kami memutar jalan hingga Kantor Bupati Limapuluh Kota dan melewati fly over Kelok Sembilan.  Setelah itu kami menuju dan melewati Jorong Hulu Air, Jorong Landai dan Jorong Sungai Data. Di sepanjang jalan disuguhi pemandangan yang sangat indah.

Setibanya di ujung jalan aspal tepatnya Nagari Koto Tinggi, kami melewati jalan yang cukup terjang dan berbatu dan berlumpur. Menurut Doni salah seorang masyarakat, seandainya hari hujan maka kami lumayan cukup kesulitan untuk melewati jalan yang cukup licin.

Setibanya di ujung jalan karena tidak bisa dilewati oleh mobil maka kami melakukan perjalanan kaki sekitar 15 menit ke lokasi air terjun Lubuak Bulan. Air terjun ini terletak dalam kawasan hutan nagari. Sebagian dari zona pemanfaatan hutan, dimanfaatkan masyarakat untuk berladang.

Selama perjalanan kami melewati ladang gambir milik warga setempat yang lumayan cukup luas. Untuk ukuran jalan di hutan, jalan setapak lumayan cukup besar. Kami berjalan dengan tidak sabar dan cepat-cepat melangkah, penasaran melihat seperti apa sih keindahan air terjun Lubuak Bulan tersebut hehe..

Setibanya di lokasi kami disuguhkan Air terjun Lubuak Bulan benar bagus dan indah, pemandangan di sana sangat memanjakan mata dengan air terjunnya lumayan tinggi sekitar 30 m. Di balik air terjun terdapat goa cukup besar untuk istirahat atau spot foto yang sangat bagus. Zulhendri Jorong Koto Tinggi Kubang Balambak  yang mendampingi perjalanan kami mengatakan air terjun ini diberi nama oleh seorang bule yang datang berkunjung beberapa tahun lalu.

“Nama air terjun Lubuak Bulan ini sebelumnya Air Terjun Lubuak Sati, karena pada tahun 2005 ada bule yang mengeksplor air terjun Lubuak Sati mengubah nama menjadi Air Terjun Lubuak Bulan, karena bentuk goa nya memang seperti bulan,” katanya.

Tracking yang kami lakukan sekitar 30 menit terbayarkan dengan pemandangan air terjun yang sangat indah dan masih asri. Namun, keelokan alam ini terdapat cela karena banyak sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung. Di beberapa sudut terlihat ada sampah yang menumpuk. Menurut Zulhendri, pengelolaan air terjun Lubuak Bulan ini belum sempurna. Sehingga belum ada aturan tata tertib yang harus dipatuhi pengunjung. 

Di kesempatan lain, kami bertemu dengan Felliadi Wali Nagari Simpang Kapuak. Ia mengatakan jika saat ini pengelolaan objek wisata air terjun belum ada. Meski berada di dalam hutan nagari, namun lokasi air terjun tersebut berada di wilayah yang secara turun temurun dikelola oleh Dt. Majo Sindo, warga nagari Simpang Kapuak.

“Kami akan bicarakan mengenai pengelolaan air terjun Lubuak Bulan dengan Dt. Majo Sindo. Kami berharap supaya pemerintah juga ikut serta dalam pengolahan air terjun Lubuak Bulan. Sehingga ada aturan terkait pengunjung dan bisa membuka lapangan kerja untuk masyarakat yang menjadi pemandu dan menjadi pemasukan pendapatan nagari atau daerah (PAD) supaya lebih meningkat lagi kedepannya,” kata Felliadi.

Demikian juga perjalanan yang kami lakukan bersama KKI Warsi dan teman Wana Cerita supaya teman semua terhibur dan berkeinginan untuk melihat sorga air terjun Lubuak Bulan ini ya guys..

*Penulis merupakan jurnalis warga dari Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota