Program Konservasi dan Suku Adat Marginal

Tujuan program ini adalah mendukung sumber penghidupan suku adat marginal melalui perlindungan hak terhadap pengelolaan sumberdaya alam dan akses pembangunan yang sesuai dengan jati diri suku tersebut. Dalam pencapaian tujuan tersebut, program ini mengembangkan kegiatan utama sebagai berikut :

  1. Melakukan advokasi kebijakan untuk ketersediaan ruang hidup dan penghidupan Suku Adat Marginal yang berkorelasi terhadap upaya konservasi/penyediaan sumberdaya alam dan pemberdayaan komunitas.
  2. Pemberdayaan Suku Adat Marginal dari aspek ekologi, ekonomi dan sosial sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan komunitas.
  3. Menfasilitasi kegiatan pendidikan, kesehatan, budidaya pertanian, pelayanan informasi dan pendidikan (radio komunitas dan media lain)  sebagai salah satu  upaya perlindungan hak-hak Suku Adat Marginal terhadap sumber daya alam dan akses pembangunan yang sesuai dengan jati dirinya.

Kegiatan yang sedang berlangsung:

  1. Perlindungan dan Pemberdayaan Orang Rimba dan Talang Mamak di Kawasan Hutan dan Konsesi Perusahaan. Proyek ini melakukan kegiatan di Propinsi Jambi, Riau dan Sumsel. 2018-2022
  2. Improve life quality of SAM communities by protecting their resource and facilitating health, education, and empowerment programs from the government, Proyek ini berkegiatan di Propinsi Jambi, Riau dan Sumsel. 2019-2020.

Kegiatan yang sudah dilakukan:

  1. Habitat and Resources Manajement for the Orang Rimba (1997 – Desember 2013)
  2. Perlindungan hak-hak Orang Rimba dan Orang Batin Sembilan terhadap sumber daya alam dan akses pembangunan yang sesuai Dengan Jati Dirinya. 2013-2017
    1. Perlindungan dan Pemberdayaan Orang Rimba dan Talang Mamak di Kawasan Hutan dan Konsesi Perusahaan. Proyek ini melakukan kegiatan di Propinsi Jambi, Riau dan Sumsel. 2018-2022
    2. Improve life quality of SAM communities by protecting their resource and facilitating health, education, and empowerment programs from the government, Proyek ini berkegiatan di Propinsi Jambi, Riau dan Sumsel. 2019-2020.
    1. Habitat and Resources Manajement for the Orang Rimba (1997 – Desember 2013)
    2. Perlindungan hak-hak Orang Rimba dan Orang Batin Sembilan terhadap sumber daya alam dan akses pembangunan yang sesuai Dengan Jati Dirinya. 2013-2017

    Capaian Proyek

    1. Berhasil mendorong lahirnya Taman Nasional Bukit Dua Belas yang dikhususkan untuk perlindungan sumber hidup Orang Rimba tahun 2000
    2. Berhasil mendokumentasikan tanaman obat yang ada dalam kawasan penghidupan Orang Rimba di Bukit Dua Belas dan Bukit Tigapuluh tahun 1998
    3. Berhasil menjalankan kegiatan pendidikan alternatif bagi Orang Rimba tahun 1998-sekarang
    4. Berhasil mendorong layanan kesehatan dasar Orang Rimba Tahun 1998-sekarang
    5. Berhasil melakukan pemetaan suku-suku adat marginal di Provinsi Jambi (Orang Rimba, Talang Mamak dan Bathin Sembilan) 1998, 2008
    6. Berhasil mendorong tata batas Taman Nasional Bukit Dua belas secara partisipatif 2009
    7. Menjadi mitra BPS untuk pendataan penduduk terutama masyarakat di luar blok sensus 2010
    8. Berhasil mendorong kelembagaan desa-desa penyangga Taman Nasional Bukit Dua Belas 2005
    9. Berhasil mendorong kemitraan konservasi untuk warga desa-desa interaksi di dalam TNBD
    10. Berhasil mendorong lahirnya MoU layanan kesehatan Orang Rimba dalam Provinsi Jambi di rumah sakit pemerintah tanpa biaya sejak 2007
    11. Berhasil mendorong anak rimba masuk ke sekolah formal sejak 2006
    12. Berhasil mendorong rimba menjadi mahasiswa di Universitas Jambi 2013
    13. Berhasil mendorong Orang Rimba menjadi anggota TNI aktif 2017 dan 2018
    14. Berhasil mendorong Lembaga Biomelekuler Eijkman melakukan penelitian penyakit menular pada Orang Rimba
    15. Mendorong pertanian sederhana pada suku Bathin Sembilan dan Orang Rimba yang kehilangan hutannya.
    16. Berhasil Mendorong pembangunan terpadu Orang Rimba dalam bentuk perumusan kebijakan dan pilihan lokasi usulan pembangunan terpadu Orang Rimba berbasiskan hutan dan lahan.
    17. Pusat Kesehatan Masyarakat rutin melakukan kunjungan pelayanan kesehatan gratis sehingga semua Orang Rimba secara berkala .
    18. Ada kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unja untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan faksinasi di kelompok-kelompok tertentu di Orang Rimba.
    19. Pemberian pelayanan kesehatan telah berjalan reguler di komuntias Talang Mamak, dengan bekerja sama dengan Puskesmas setempat
    20. Berhasil mendorong pemerintah kabupaten Sarolangun dan Merangin menyediakan 10 guru kontrak yang ditempatkan di kelompok-kelompok Orang Rimba.
    21. Pembangunan sarana sanitasi berupa MCK di lokasi Orang Batin, dan Orang Rimba sebagai bagian dari usaha kampanye hidup sehat di Orang Rimba dan Orang Batin
    22. Pembangunan tempat bermain ramah anak di lokasi Orang Rimba SP-I dan Talang Mamak yang dikembangkan secara terpadu dengan pendidikan kebersihan dan hidup sehat dikomunitas sejak usia dini.
    23. Adanya zonasi TNBD  yang disesuaikan dengan adat dan tata ruang tradisional Orang Rimba.
    24. Mendokumentasikan hasil riset kesehatan tanaman tradisional di Orang Rimba dan Talang Mamak dan Orang Batin yang dilakukan bersama FK Unja dan Unri,
    25. Kelompok Orang Rimba telah mendapatkan SK Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan dalam IUPHHK HTI PT Wana Perintis seluas ± 114 Ha.

    DAPATKAN NAWALA KAMI

    Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala KKI WARSI yang terbit setiap bulan.

    SOSIALMEDIA KKI WARSI

    Ikuti sosial media KKI WARSI untuk selalu terhubung & mendapatkan update terbau.

    Jl. Inu Kertapati No.12, Pematang Sulur
    Telanaipura, Kota Jambi
    Provinsi Jambi, 36124

    TELP 0741-66695,66678 FAX 0741-670509

    error: Content is protected !!