Hari ini, Direktur KKI WARSI, Adi Junedi, secara resmi membuka kegiatan Diseminasi Pembelajaran Karbon Bujang Raba yang berlangsung di Taman Budaya Jambi. Pembukaan ini turut didampingi oleh Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jambi, Irma Tambunan, yang menjadi kolaborator KKI WARSI dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
Diseminasi ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak bahwa kondisi bumi saat ini tidak sedang baik-baik saja. Kita tengah menghadapi ancaman besar dari perubahan iklim, yang dampaknya meluas—mulai dari peningkatan suhu bumi, bencana hidrometeorologi yang semakin sering, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan upaya nyata dan kolaboratif dari berbagai pihak, salah satunya melalui mitigasi berbasis pengelolaan hutan secara lestari.
Hutan memiliki peran vital dalam menyerap emisi karbon dioksida, menjaga keseimbangan iklim, serta menyediakan berbagai manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi. Salah satu contoh nyata pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang berhasil adalah di lanskap Hutan Desa Bujang Raba, Kabupaten Bungo, Jambi. Dengan pendekatan partisipatif, masyarakat sekitar Bujang Raba berhasil menjaga kelestarian hutan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dan sosial dari hasil hutan bukan kayu.
Dalam sambutannya, Adi Junedi menegaskan bahwa hutan bukan hanya sekadar pohon, tetapi tentang kehidupan itu sendiri. “Hutan menyediakan oksigen, menjaga keseimbangan iklim, menyimpan karbon, menjadi sumber pangan dan penghidupan masyarakat. Jika kita ingin masa depan yang lestari, maka hutan harus dijaga. Dibutuhkan upaya bersama untuk memastikan pohon tetap berdiri di tempatnya,” ujar Adi.
Kegiatan ini juga melibatkan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jambi), yang turut menyuarakan pentingnya mendukung masyarakat penjaga hutan melalui media visual. Ketua PFI Jambi, Irma Tambunan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari komitmen PFI untuk mendekatkan isu hutan dan perubahan iklim kepada publik.
“Pameran foto ini adalah ruang untuk bercerita—tentang hutan, tentang kehidupan, tentang perjuangan masyarakat. Melalui visual, kami ingin mengajak semua pihak untuk terlibat menjaga hutan dan mendukung para penjaganya di garis depan,” katanya.
Sebagai bagian dari rangkaian diseminasi, hari ini juga digelar lomba mewarnai untuk pelajar hingga kelas 3 SD, sebagai langkah awal mengenalkan isu lingkungan sejak dini. Kegiatan ini juga melibatkan para orang tua yang mendampingi, sehingga menjadi ruang edukasi bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Diseminasi ini akan berlangsung hingga besok malam, dengan berbagai agenda menarik, di antaranya:
Pameran foto “Hutan, Karbon, dan Harapan”
Fun Workshop Sketsa Gambar dan Mading Tematik Lingkungan
Peluncuran Buku Menjual Angin
Pemutaran Film Dokumenter “Community Carbon: Inovasi dari Hutan”
Penampilan seniman Jambi, Dul Muluk Reborn
Musikalisasi Puisi oleh Kelompok Cemara
Melalui berbagai medium ini, diseminasi bertujuan membangun pemahaman kolektif dan dukungan luas terhadap upaya menjaga hutan dan memajukan masyarakat di sekitarnya.