
Annual Meeting tahun 2025 membawa konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Berangkat dari semangat berbagi dan saling belajar, salah satu suguhan dari annual meeting yang dilakukan adalah hadirnya kelas peningkatan kapasitas. Ada pun pilihan kelas yang dihadirkan dari identifikasi kebutuhan staff dan skill yang dibutuhkan sebagai staff KKI Warsi.
Pilihan kelas yang dapat Warsiers ikuti:
1. Kelas Penyusunan Kerangka Program dengan Pendekatan ToC
Apakah sebuah program dapat berjalan efektif tanpa kerangka yang jelas? Tantangan dalam merancang program tidak hanya soal kegiatan apa yang dilakukan, tetapi juga bagaimana memastikan kegiatan tersebut benar-benar membawa perubahan yang diinginkan. Kelas Penyusunan Kerangka Program dengan Pendekatan Theory of Change (ToC) hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. ToC bukan sekadar konsep, melainkan sebuah pendekatan yang memberikan kerangka berpikir sistematis untuk memahami, merencanakan, serta mengevaluasi perubahan. Secara praktis ToC dapat digunakan untuk berbagai bidang, mulai dari pengembangan organisasi untuk merumuskan strategi perubahan yang berkelanjutan, pengembangan masyarakat dalam memahami dinamika perubahan sosial, hingga pengembangan individu untuk merefleksikan perjalanan pribadi dan menemukan strategi pertumbuhan. Dengan demikian, belajar teori perubahan bukan hanya memberi pemahaman konseptual, tetapi juga keterampilan nyata dalam merancang langkah-langkah perubahan yang kuat, terukur, dan berorientasi hasil.
Melalui kelas ini, peserta akan memperoleh pemahaman tentang proses perubahan pada berbagai level, kemampuan mengembangkan strategi yang terarah, meningkatkan efektivitas program dengan menghubungkan kegiatan ke tujuan jangka panjang, mengidentifikasi faktor penghambat sejak awal, serta memahami konteks sosial, budaya, dan kelembagaan dalam proses perubahan. Mari bergabung, dan pastikan setiap langkah perubahan yang Anda rancang memiliki pijakan yang kokoh.
Diampu oleh Rainal Daus
2. Kelas Menulis: Cerita Menggugah dari Lapangan
Setiap langkah di lapangan selalu meninggalkan jejak cerita, ada momen yang menggetarkan hati, tatapan yang sulit dilupakan, atau pengalaman yang terus terngiang hingga membuat kita terjaga di malam hari. Sayangnya, banyak dari cerita itu hanya tersimpan di ingatan, perlahan memudar karena dianggap tak lagi relevan.
Lewat kelas menulis ini, kita diajak untuk menangkap kembali pengalaman berharga di lapangan dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Cerita yang mungkin sederhana, tapi mampu menggugah, menginspirasi, bahkan menjadi cermin reflektif bagi diri sendiri maupun orang lain.
Diampu oleh Sonia
3. Kelas Teknik Fasilitasi: Orang Muda dan Perempuan
Suara perempuan dan orang muda adalah perspektif penting dalam pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam. Tanpa keterwakilan mereka, kebutuhan masyarakat tidak akan terjawab secara utuh. Karena itu, kelas belajar ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dasar dalam memfasilitasi proses pengorganisasian kelompok perempuan dan pemuda di komunitas. Peserta akan belajar tentang penguatan konsep, alur pengorganisasian dan penggunaan tools drawing self untuk menjawab pentingnya mengorganisir keterlibatan pemudan dan Perempuan. Meningkatkan kapasitas peserta dalam memfasilitasi proses pengorganisasian kelompok Perempuan dan pemuda secara partisipatif untuk mendorong kontribusi yang bermakna.
Diampu oleh Abdis Sallam Fajri
4. Kelas Stakeholder Engagement
Kelas stakeholder engagement adalah kelas yang dirancang untuk berbagi pengetahuan bersama staf KKI Warsi mengenai cara mengidentifikasi, menganalisis, mengelola stakeholder secara efektif, dan menerapkan rencana yang dirancang untuk mempengaruhi stakeholder. Kelas ini akan mencakup pembahasan diantaranya analisis matrix stakeholder, strategi komunikasi dengan setiap stakeholder, membangun kolaborasi, dan mengembangkan rencana dalam melibatkan –engage– stakeholder dalam proses pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan bersama.Tidak hanya itu kelas ini juga diperkaya dengan stakeholder management yaitu pendekatan bahwa perilaku dan tindakan stakeholder dapat dikelola, dengan memprediksi, merencanakan dan mengendalikan stakeholder. Ini adalah proses terus menerus untuk menganalisis apa dan siapa yang terlibat. Sehingga, melalui kelas stakeholder engagement, hal ini mungkin bisa menjadi pembahasan yang menarik untuk didiskusikan bersama.
Diampu oleh Rudi Syaf
5. Belajar Bareng: Pendampingan Pengembangan Usaha Komunitas
Sesi ini adalah bagian dari Annual Meeting Warsi yang dirancang khusus untuk memperkuat pemahaman staf tentang alur pendampingan pengembangan usaha komunitas. Pendekatannya santai dan interaktif. Kita akan bercerita, berbagi pengalaman, dan memetakan bersama tahapan penting yang perlu dilakukan, mulai dari identifikasi potensi hingga strategi akses pasar.
Meskipun sifatnya sharing session / kelas belajar, sesi ini juga akan memberikan tips praktis dan simulasi ringan agar staf Warsi lebih siap menjadi fasilitator yang memberdayakan (empowering), menguatkan (enabling), dan melindungi (protecting) nilai-nilai konservasi.
Diampu oleh Silvi Herwinda
6. Kelas Teknik Fotografi Smartphone: Cerita dalam Genggaman
Sering kali foto yang diambil di lapangan hanya menjadi pelengkap laporan, diambil seadanya tanpa sentuhan cerita yang kuat. Padahal, setiap foto memiliki potensi untuk lebih dari sekadar dokumentasi, ia bisa menjadi jendela yang memperlihatkan realitas, menyampaikan pesan, bahkan menggerakkan perubahan.
Lewat Kelas Foto Bercerita ini, kita akan belajar bagaimana memotret bukan hanya dengan mata, tetapi juga dengan hati dan pikiran. Peserta akan diajak memahami teknik dasar fotografi, mengasah kepekaan dalam melihat momen, serta merangkai foto menjadi sebuah cerita yang menggugah.
Kelas ini tidak hanya membahas aspek teknis seperti komposisi, pencahayaan, dan sudut pengambilan gambar, tetapi juga akan menggali seni storytelling visual, bagaimana sebuah foto bisa menyampaikan pesan, membangun emosi, dan menggerakkan orang yang melihatnya.
Diampu oleh Sukmareni dan Rahmat Hidayat
7. Kelas Manajemen Resolusi Konflik
Seringkali fasilitator menghadapi konflik saat berkegiatan di lapangan. Lalu, apa yang perlu dilakukan ketika berhadapan dengan konflik laten, masif, atau kuasi? Bagaimana fasilitator dapat mengelola sekaligus melakukan resolusi konflik dalam kerangka fasilitasi pemberdayaan Warsi, tanpa bergeser dari posisinya sebagai pelaku perubahan sosial?”
Ingin tahu penjelasan lengkapnya? Mari bergabung dalam Kelas Resolusi Konflik.
Diampu oleh Asrul Aziz Sigalingging
Kelas berlansung secara paralel, setiap orang wajib memilih satu kelas yang paling diminati. Jadi udah tahu mau ikut kelas yang mana?
PENDAFTARAN: https://warsi.or.id/id/annualmeeting/