| Cover | : | ![]() |
| Judul | : | Menjual Angin, Pembelajaran Community Carbon Bujang Raba |
| Penulis | : | Sonia dan Sukmareni |
| Tebal Hal | : | 130 |
| Ukuran Buku | : | A5 |
| ISBN | : | (masih dalam proses) |
| Berat | : | 320 gr |
| Harga | : | – |
| Sinopsis | Menjual Angin: Pembelajaran Community Karbon Bujang Raba adalah buku yang merekam perjalanan inspiratif KKI Warsi bersama masyarakat pengelola lanskap Bukit Panjang Rantau Bayur—yang lebih dikenal sebagai Bujang Raba—di Kabupaten Bungo, Jambi. Buku ini menggambarkan perjuangan panjang masyarakat dalam memperoleh legalitas pengelolaan hutan melalui skema Hutan Desa, dengan mengedepankan kearifan lokal sebagai dasar pengelolaan. Hutan bagi masyarakat bukan sekadar ruang hidup, melainkan sumber keberlanjutan dan bagian penting dalam upaya pengendalian perubahan iklim. Buku ini menyoroti kontribusi nyata komunitas lokal dalam perlindungan dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan, karena mereka meyakini bahwa hutan adalah nadi kehidupan. Ketika legalitas pengelolaan berhasil didapatkan, terbukti hutan tetap terjaga dengan baik. Keberhasilan ini sejalan dengan arah kebijakan global yang tengah merancang skema REDD+—sebuah mekanisme internasional yang memberi insentif bagi upaya pelestarian hutan melalui pendanaan iklim, termasuk melalui skema imbal jasa karbon. Inilah celah yang dimanfaatkan oleh KKI Warsi untuk menghubungkan keberhasilan masyarakat menjaga hutan dengan peluang dari isu global. Hasilnya, masyarakat dari lima desa pengelola Bujang Raba berhasil memperoleh manfaat dari skema imbal jasa karbon sukarela. Istilah “Menjual Angin” digunakan sebagai simbolisasi nilai karbon—unsur yang tak kasatmata, namun memiliki kontribusi nyata dalam mitigasi emisi global, sekaligus memberikan benefit untuk masyarakat. Lebih dari sekadar catatan teknis, buku ini menyuguhkan pembelajaran sosial, kultural, dan ekologis yang menunjukkan bahwa dengan kearifan lokal, semangat gotong royong, serta pendampingan yang tepat, dapat lahir inovasi lingkungan berbasis masyarakat yang berdampak luas bagi kehidupan. |
