Ketersediaan pangan Orang Rimba yang saat ini tengah bersesandingon , Menjaga jarak sosial dengan kelompok masyarakat lain, mulai menipis. Keadaan ini terlihat di sejumlah kelompok Orang Rimba yang tinggal di bawah perkebunan dan perumahan sosial yang berada di sepanjang jalan lintas tengah Sumatera di Kabupaten Sarolangun dan Merangin. Pantauan KKI Warsi disejumlah perumahan sosial yang dibangun untuk Orang Rimba sudah berbeda dari bulan sebelumnya. Tidak semua penghuni rumah berada di tempat, sebagian memilih untuk mengisolasi diri ke lokasi lain. Ada yang memilih ke ladang mereka yang berada jauh dari pemukiman dan membangun pemukiman sementara di lokasi itu, ada juga yang memilih masuk jauh ke dalam perkebunan milik perusahaan. Mereka menyebar dalam kelompok-kelompok lebih kecil lagi, bisa hanya 3 kepala keluarga

Kami hopi ado pemakon kakok, tapi kamia ketetakuton ndok keluar (kami tidak ada bahan pangan kakak, tapi kami takut mau keluar), ”kata Ngolo yang menghubungi Astri Fasilitator Komunitas Konservasi Indonesia Warsi.

Ngilo sebelumnya bermukim di perumahan sosial yang tergabung ke desa Pauh Menang Kecamatan Pamennag Kabupaten Merangin. Hanya saja sejak wabah Ngilo bersama 7 KK lainnya memilih pindah ke ladang mereka yang berada di Desa Pematang Kancil, sekitar 10 km dari pemukiman awal. Sedangkan 6 KK lainnya tinggal di perumahan sosial.

Namun sejak pindah ke ladang dan membuat sudung, tempat tinggal dari terpal plastik tanpa dinding, kesulitan berikut yang dihadapi kelompok ini kekurangan bahan pangan. Sebelumnya mereka sudah mengonsumsi beras, sejak pindah mereka mengandalkan ubi untuk pangan. Namun ketersediaan ubi mereka juga makin menipis.

Untuk berusaha seperti menjual hasil hutan ataupun hewan buruan juga terhambat. Ada ketakutan mereka untuk berinteraksi dengan orang luar.  Namun yang lebih menakutkan ketika akan menjual hasil buruan dan hasil hutan lainnya, orang yang biasa membeli tutup.

Untuk mengatasi kondisi ini Orang Rimba berharap mendapat bantuan dari pemerintah daerah. “Kami saat ini tengah mendata menelusuri perpencaran kelompok ini, dengan data ini harapannya pemerintah bisa menyalurkan bantuan dengan tepat dan cepat kelompok Orang Rimba,”kata Astri.

Orang Rimba di provinsi Jambi, tergolong kelompok yang rentan, rentan tertular penyakit dan juga rentan untuk menghadapi masalah pangan. Dara dari Warsi terdapat 5.250 jiwa Orang Rimba di Provinsi Jambi. Separonya masih tinggal di dalam hutan, namun separonya lagi tinggal di daerah yang tidak ada hutan.

“Untuk Orang Rimba yang tinggal di dalam hutan kondisi mereka relatif aman, dengan kemampuan dan budaya yang mereka miliki akan mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka, yang menjadi masalah adalah Orang Rimba yang sudah tidak tinggal di dalam rima, mereka sangat rawan mengalami kesulitan pangan,”kata Robert Aritonang Antropolog KKI Warsi.

Bantuan pangan sekaligus edukasi yang baik terhadap wabah ini merupakan langkah yang harus segera diambil dan didukung oleh semua pihak.

error: Content is protected !!