Program Pohon Asuh yang dikelola oleh KKI Warsi terus menunjukkan dampak nyata dalam mendukung pelestarian hutan dan memperkuat ketahanan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Program Pohon asuh masuk dalam meteri pameran foto dalam kegiatan Diseminasi Pembelajaran Karbon Bujang Raba yang berlangsung hari ini di Taman Budaya Jambi, hari ini 4-5 Juli 2025.
Pohon asuh merupakan satu solusi untuk mendukung masyarakat penjaga hutan dengan publik luas. Kegiatan ini dikembangkan di areal perhutanan sosial dampingan KKI Warsi. Hingga pertengahan 2025, program pohon asuh telah dijalankan di 24 di Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Kalimantan Utara.
Diluncurkan pertama kali pada tahun 2014 di Desa Rantau Kermas, Jambi, program Pohon Asuh membuka jalan bagi publik untuk berkontribusi langsung dalam menjaga hutan, dengan cara mengasuh pohon secara simbolik melalui donasi. Inisiatif ini bertujuan membangun keterhubungan antara publik dan hutan, dengan semangat bahwa menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama.
Sejak digulirkan, program ini mendapat sambutan luas dari berbagai kalangan. Para pengasuh pohon datang dari latar belakang yang beragam, mulai dari individu-individu yang peduli lingkungan, kelompok peduli lingkungan, pemerintahan, selebriti tanah air, hingga komunitas penggemar K-Pop (KPopers) di Indonesia. Para pengasuh ini tidak hanya menyumbang secara finansial, tetapi juga menjadi duta yang menyebarkan kesadaran akan pentingnya pelestarian hutan kepada khalayak luas.
Hingga kini, total 9,435 pohon sudah diadopsi dengan donasi yang terkumpul Rp. 1,7 miliar. Dana yang terkumpul telah disalurkan secara langsung ke masyarakat pengelola hutan. Dana ini dikelola secara transparan dan partisipatif oleh masyarakat berdasarkan kesepakatan desa, dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti: Perlindungan hutan melalui patroli dan pengawasan partisipatif, pengembangan ekonomi kreatif dan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu, beasiswa pendidikan dan bantuan bagi keluarga kurang mampu serta pembangunan sarana dan prasarana penunjang kehidupan desa
Direktur KKI Warsi, Adi Junedi, menyampaikan bahwa Pohon Asuh merupakan wujud nyata dari dukungan publik terhadap masyarakat yang telah menjaga hutan secara turun-temurun.
“Pohon Asuh adalah jembatan solidaritas. Ini membuktikan bahwa orang-orang di luar kawasan hutan pun bisa terlibat langsung dalam perlindungan hutan. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta—baik individu, komunitas, maupun publik figur—karena mereka telah menjadi bagian dari gerakan menjaga paru-paru bumi,” ujarnya.
Program ini juga menciptakan ruang edukasi dan advokasi, yang mengangkat pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai pilar utama dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Pohon Asuh bukan hanya soal menanam atau mendonasikan dana, tetapi tentang menghubungkan nurani dan aksi untuk masa depan bumi yang lebih baik. Saat ini masih tersedia 1.154 pohon yang terbuka untuk diasuh. Tertarik untuk mengasuh, silahkan bergabung dan kunjungi website www.pohonasuh.org.