Enam Pilot Drone Warsi Lulus Sertifikasi

Enam Pilot Drone Warsi Lulus Sertifikasi
Enam staf IT/GIS dan Komunikasi KKI Warsi lulus dalam Sertifikasi Pilot Drone yang diselenggarakan APDI

Untuk menjamin kualitas dan keamanan operasi penggunaan drone, pilot drone KKI Warsi mengikuti sertifikasi yang digelar oleh Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) selaku lembaga yang menaungi bidang drone di Indonesia dan menyelenggarakan program sertifikasi pilot drone yang diakui oleh otoritas penerbangan sipil. Langkah ini diambil mengingat besarnya peran teknologi drone dalam efisiensi akurasi pengumpulan data dan pengambilan gambar, yang pada saat bersamaan menuntut standar keselamatan operasional yang tinggi.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin kualitas dan keamanan operasi drone yang digunakan dalam kegiatan survei, pemetaan, pengumpulan data gambar, perekaman video, dan pengawasan wilayah dampingan di lapangan. Dibagi menjadi dua sesi utama, sertifikasi berlangsung dengan pemaparan teori secara daring serta ujian materi dan praktik uji terbang secara luring

Pada 7—9 September 2026, kegiatan sertifikasi dimulai dengan mempelajari materi-materi dasar mengenai drone. Dari aspek kesehatan seorang pilot, inspeksi pra dan pasca penerbangan, komunikasi radio, klasifikasi drone, hingga prosedur tindakan darurat. Pengetahuan ini penting bagi seorang pilot drone dalam mengoperasikan drone untuk kegiatan lapangan. 

Tidak hanya menguasai teknik dalam menerbangkan drone, seorang pilot drone juga harus memahami pengetahuan dasar yang berkaitan dalam dunia penerbangan drone. Pengetahuan ini penting sebagai dasar pengambilan keputusan ketika menemui situasi tidak terduga saat menerbangkan drone.  Secara lebih sederhana, seorang pilot tidak hanya dituntut pandai menggerakkan drone demi mendapat gambar yang bagus, tetapi juga wajib memahami aturan keselamatan seperti klasifikasi ruang udara. Pengetahuan ini sangat penting agar pilot mengetahui dengan pasti batasan wilayah mana saja yang aman, berisiko, atau dilarang (no-fly zone) untuk diterbangi, sehingga operasi pengambilan gambar atau pemetaan tidak membahayakan wilayah di sekitarnya maupun lalu lintas udara lain.

Setelah menyelesaikan kelas materi serta kuis yang ada dalam pembelajaran tersebut, kemudian peserta sertifikasi diuji pengetahuan dan kemampuan mengenai dasar-dasar drone. Pada tanggal 19 September 2026, bertempat di kantor KKI Warsi, tim APDI yang dihadiri oleh dua orang instruktur menggelar ujian materi sertifikasi pilot drone. Berbeda dengan kuis sebelumnya, ujian materi ini diselenggarakan dengan batasan waktu dan jumlah soal yang lebih ketat. Ujian materi berjalan dengan lancar, seluruh peserta sertifikasi lulus dengan nilai di atas dari batas minimum.

Kegiatan sertifikasi dilanjutkan dengan ujian praktik menerbangkan drone sesuai dengan panduan ujian yang telah ditentukan. Seluruh materi yang telah dipelajari ketika kelas teori, diimplementasikan dalam teknik pra- hingga pasca-penerbangan. Tidak hanya itu, pilot drone juga harus mengisi data checklist untuk memastikan keselamatan, kepastuhan hukum, dan kelayakan operasional drone sebelum penerbangan. Dua Instruktur dari APDI, Hafiz dan Luthfi, menjadi pembimbing sekaligus penilai dalam ujian praktik tersebut. 

Standar keselamatan dan ketangkasan pengambilan keputusan ini sangat relevan dengan realitas kerja tim KKI Warsi. Di lapangan, pemanfaatan drone tidak jarang harus berhadapan dengan situasi krisis. Misalnya, drone menjadi ujung tombak untuk memantau titik api, luasan area, dan arah angin saat terjadi kebakaran hutan dan lahan. Di kesempatan lain, drone juga diandalkan untuk melakukan penyisiran udara dalam misi pencarian korban hilang. Pada medan berisiko tinggi dan situasi darurat seperti inilah, insting dan pengetahuan mitigasi seorang pilot yang tersertifikasi sangat diuji.

Briefing dari Instruktur APDI setelah ujian praktik terbang dalam Sertifikasi Pilot Drone APDI
Briefing dari Instruktur APDI setelah ujian praktik terbang dalam Sertifikasi Pilot Drone APDI

Ujian praktik yang berlangsung di Lapangan Kantor Gubernur Jambi ini berjalan menegangkan karena setiap manuver drone diperhitungkan bobot nilainya dengan presisi. Meskipun begitu, seluruh peserta mampu melaksanakan ujian praktik dengan baik dan dinyatakan lulus dalam ujian dasar-dasar manuver drone tersebut. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat bagi peserta yang lulus. Dilengkapi dengan seremoni foto bersama dan pemasangan lencana, Luthfi, Instruktur APDI Jambi, mengatakan “Sertifikasi ini dapat menjamin bahwa pilot drone memiliki keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang cukup untuk melakukan tugas yang diamanatkan dengan aman dan efektif”.

Melalui kelulusan ini, empat staf IT/GIS dan dua staf Komunikasi KKI Warsi resmi mengantongi sertifikasi pilot drone. Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu memaksimalkan kualitas pengumpulan data spasial sekaligus menjamin keselamatan operasi pengawasan wilayah dampingan di masa mendatang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
35 Tahun WARSI: Belajar dari Hutan, Menumbuhkan Masa Depan

35 Tahun WARSI: Belajar dari Hutan, Menumbuhkan Masa Depan

Enam Organisasi Masyarakat Sipil Diperkuat melalui Warsi Grant Management untuk Mendukung Implementasi Perhutanan Sosial di Sumatera

Enam Organisasi Masyarakat Sipil Diperkuat melalui Warsi Grant Management untuk Mendukung Implementasi Perhutanan Sosial di Sumatera

Hutan Jambi di Ambang Krisis Ekologis

Hutan Jambi di Ambang Krisis Ekologis

Tantangan Ketahanan Pangan di Desa Perbatasan Kalimantan Utara

Tantangan Ketahanan Pangan di Desa Perbatasan Kalimantan Utara

Si Pemalu dari Belantara Kalimantan

Si Pemalu dari Belantara Kalimantan

Pemulihan Mangrove Sungai Pinang: Penanaman Lebih dari 20 Ribu Bibit sebagai Upaya Memperkuat Ekosistem dan Ekonomi Masyarakat

Pemulihan Mangrove Sungai Pinang: Penanaman Lebih dari 20 Ribu Bibit sebagai Upaya Memperkuat Ekosistem dan Ekonomi Masyarakat