Cerita Lapangan & Komunitas

Kisah nyata dari masyarakat adat/lokal, pengalaman pendampingan, dan inspirasi dari lapangan.

Pasca Persetujuan Non-SPE Karbon, Masyarakat Bujang Raba Perkuat Kapasitas Komunikasi Perdagangan Karbon

Terbitnya Persetujuan Penerbitan Non-SPE Gas Rumah Kaca (GRK) untuk Lanskap Bujang Raba menjadi tonggak penting bagi perjalanan panjang masyarakat dalam mengelola hutan secara lestari. Namun, pengakuan tersebut bukanlah akhir dari proses. Justru sebaliknya, masyarakat kini memasuki fase baru, yaitu memastikan seluruh pihak memahami bagaimana perdagangan karbon berbasis masyarakat dijalankan, manfaat yang dihasilkan, serta komitmen yang […]

BFM Diluncurkan di Lima Puluh Kota, Dorong KUPS Siap Investasi dan Perkuat Ekonomi Hijau Perhutanan Sosial

Pengembangan usaha perhutanan sosial masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari lemahnya kelembagaan kelompok, kapasitas usaha yang belum memadai, kualitas dan nilai tambah produk yang masih terbatas, hingga sulitnya mengakses pasar dan pembiayaan. Kondisi tersebut membuat banyak Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) belum siap menarik investasi dan mengembangkan usaha secara mandiri. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama […]

Pokja PPS Kabupaten Pasaman Perkuat Sinergi Percepatan Perhutanan Sosial Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama para pemangku kepentingan berhasil merumuskan Rencana Aksi Kelompok Kerja Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial (Pokja PPS) Kabupaten Pasaman Tahun 2026–2027 sebagai pedoman bersama untuk mempercepat pengelolaan Perhutanan Sosial yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat. Penyusunan rencana aksi ini merupakan langkah penting dalam mengoperasionalkan Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2023 tentang Percepatan […]

Bengkulu Utara Perkuat Perhutanan Sosial melalui IAD-ASA dan Skema Pembiayaan Berkelanjutan

Deforestasi masih menjadi tantangan besar di Provinsi Bengkulu. Tekanan terhadap kawasan hutan akibat alih fungsi lahan, aktivitas ilegal, dan lemahnya dukungan terhadap masyarakat pengelola hutan terus mengancam kelestarian hutan sekaligus meningkatkan risiko bencana dan hilangnya keanekaragaman hayati. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mengesahkan Dokumen Rencana Aksi Integrated Area Development–Akselerasi Sadar Alam (IAD-ASA) sekaligus melakukan kick […]

KKI Warsi Dorong Peran Komunitas sebagai Pemimpin dalam Tata Kelola Pasar Karbon Global

Pengalaman masyarakat dalam menjaga hutan dan mengelola sumber daya alam menjadi pembelajaran penting dalam pengembangan pasar karbon yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pesan tersebut disampaikan oleh Emmy Primadona dari KKI Warsi dalam forum internasional Launching the Forum Community of Practice: Gathering Insights and Building Alliances yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan London Climate Action Week […]

Lubuk Larangan, Bukti Nyata Konservasi Masyarakat

Setelah ditutup selama empat tahun, masyarakat Desa Rantau Kermas, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, kembali membuka Lubuk Larangan Batang Langkup pada 16–18 Juni 2026. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya menjadi pesta rakyat dan momentum panen ikan, tetapi juga menunjukkan hubungan erat antara perlindungan hutan dan keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi penopang […]

Hutan Adat Lekuk Limapuluh Tumbi: Penjaga Mata Air yang Mengharumkan Nama Kerinci

Komitmen masyarakat adat dalam menjaga hutan selama puluhan tahun kembali mendapat pengakuan. Hutan Adat Lekuk Limapuluh Tumbi Lempur, Kabupaten Kerinci, meraih penghargaan sebagai Pengelola Hutan Adat Terbaik Kedua Tingkat Provinsi Jambi dalam ajang Festival Hutan Adat Jambi untuk Nusantara Lestari. Penghargaan tersebut diumumkan dalam festival yang diselenggarakan KKI Warsi bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dengan […]

Festival Hutan Adat Jambi untuk Nusantara Lestari

Mendorong percepatan pengakuan 1,4 juta hektare hutan adat di Indonesia Di tengah situasi hari ini, ketika ruang hidup masyarakat adat semakin terdesak oleh ekspansi investasi dan perebutan sumber daya alam, suara komunitas adat kerap kalah nyaring dibanding kepentingan ekonomi. Hutan dibuka, tanah adat menyempit, sementara sumber pangan, pengetahuan lokal, dan ruang hidup perlahan menghilang. Padahal […]